Kamis, 01 Desember 2011

Hari ini !!

hari ini.. hmmmm... hari ini...
aku ingin mengatakan bahwa hari ini sungguh terasa berat.. sedikit sesak.. jantung ini berdegup lebih cepat dari biasanya.. sesuatu yang membuat otak ini tidak tau harus berfikir apa, tidak tau apa yang harus diperlakukan oleh badan ini, tidak tau harus merasakan apa, tidak tau apa yang harus aku lakukan terhadap jantung yang terus berdegup lebih kencang daripada biasanya, aku sungguh tidak tau apakah aku harus makan atau tidak, karena , nafsu makan ku benar-benar nihil. bukan karena aku ingin menjadi kurus. bukan, sungguh bukan itu alasannya.

hari ini.. ya hari iniii..
diawali pagi yang lesu, aaahhh pagi yang sangat galau!!
aahh memang penyesalan selalu diakhir..
inginnya semua berjalan sesuai rencana, tapi apa mau dikata, takdirnya sudah begini, ke depan seperti apa aku angkat tangan.

hari ini ya hari iniiii.. aku menangis sepuas hatiku dari pagi hari sampai dengan malam ini saat aku meletakkan jemari ku pada toots toots huruf di laptop ini.. hati ku meringis.. aku harus apa ?
tapi disetiap tangisan ku selalu di selingi oleh tawa haru (bagiku), aku sadar aku sangat kurang bersyukur.. dan Allah terlalu baik padaku..Allah sangat baik.. aku malu, sungguh aku malu pada Tuhan ku..

Allah beri aku ujian hari ini..
ketika aku sudah memantapkan hatiku, Allah mengujiku dengan memberikannya pada orang lain..
aku marah. aku kesal. aku kecewa dengan ujian yang Dia berikan.
"Ya Allah, aku teh sholat, aku bisa mantap seperti ini karena aku habis selesai sholat, jika memang dia bukan untuk aku kenapa Engkau berikan kemantapan hati ini kepadanya setiap kali aku selesai berdoa ? kenapa aku harus merasakan penyesalan lagi ? tidak adakah cara lain untuk aku introspeksi diri selain dari aku harus introspeksi dari sebuah penyesalan ? aku merasa bodoh sekali Ya Allah, sebegitunya kah Engkau padaku hari ini ?"
tapi, hari ini pula Allah berikan aku sebuah jawaban
jawaban itu lewat sebuah perhatian ringan sang Ayah :
update status fb : desember wish :) bismillah..
ayah coment : tanggal 9 dan 20 desember ada acara apa nih ? ;)
aku jawab : aku mau boneka teddy bear yang suupeerrr besaaar ya bapaakk :D (dan aku pun menangis)
tidak hanya itu, ketika sedang menangis di ruang kelas, seorang murid ku yang pintar datang menemui ku
Naila : bu guru, aku mau nulis, aku mau belajar
Aku : *mengusap air mata* kamu mau belajar apa Nai ?
Naila : aku mau belajar tambah-tambahan bu.. *memeluk lenganku sambil tersenyum dan meletakkan kepalanya di bahu ku*
sungguh! aku sangat terharu melihat sikapnya.
ketika sedang duduk santai seorang murid menghampiri dengan membawa buku dan pensil
Defira: aku mau nulis di deket bu ayu aahh..
dia meletakkan buku dan pensilnya di atas meja, lalu duduk di pangkuan ku dan menoleh kepada ku sambil tersenyum, dan ketika waktunya pulang, dia memeluk aku erat..

barulah aku tersadar, Ya Allah betapa bodohnya aku ini yang marah dan kesal atas datangnya ujian dari-Mu padahal aku masih memiliki orang-orang yang perduli dan perhatian padaku, masih ada orang-orang yang lebih membutuhkan aku di banding aku membutuhkan mereka, kenapa aku harus larut dalam sedih padahal mereka ingin melihat aku bahagia, mereka ingin melihat aku tersenyum bukan menangis! kenapa aku harus menyesal jika Engkau telah menyiapkan sebuah senyuman manis untuk masa depan ku, sebuah masa depan yang aku impikan, bahkan lebih dari apa yang aku impikan.

hari ini, aku tau bahwa Engkau benar-benar sayang padaku! :)
Engkau selalu menjaga hatiku dengan menghadirkan mereka yang membutuhkan aku, dan perduli terhadap ku.
Trimakasih Ya Illahi Robbi :)

Allah Masih Memeluk Ku Dengan Erat :)

fatalnya kesalahan ini tidak dapat dikembalikan dan diperbaiki kesalahannya..
kenapa harus aku dan salah ku ?
tidak mungkin bisa aku mengembalikan semua waktu tersebut ke belakang..
tidak mungkin aku bisa memperbaiki cara-cara ku yang awalnya ku anggap benar..
jika aku harus menerima jawabannya seperti ini kenapa harus Engkau mantapkan hati ini disaat yang sangat tidak tepat ? kenapa Engkau mantapkan langkah ini ketika aku selesai berdo'a ? ku fikir ini semua memang jawaban terbaik dari-Mu, haruskah aku salahkan Engkau ? tidak pantas rasanya..

Engkau yang Maha Mengetahui segala sesuatunya..
Engkau yang Maha Mendengar sekecil-kecilnya suara..
peluk aku dan jangan pernah lepaskan aku.. dimana lagi tempat hati ini mengiba selain kepada- Mu ?
berulang kali ku minta pada-Mu agar menjaga hati ini untuk tidak berpaling dari-Mu..

air mata ini berulang kali aku usap agar aku nampak tegar, tapi kenapa begitu susah ? dya mengalir begitu saja tanpa aku minta..
aku ingin sabar ini tidak berbatas, tapi aku wanita biasa Tuhan.. tapi aku ingin menjadi luar biasa..
aku tau air mata ini suatu hari nanti akan berbuah senyuman indah dari-Mu
aku pun tau asinnya air mata ini akan menjadi manis suatu hari nanti, dan itu adalah jawaban terbaik dari-Mu

Bismillah..
dan aku tau Engkau masih memelukku erat :)

Senin, 07 November 2011

Inginnya Bisa Pintar Bersama :)


Awalnya tidak pernah terfikir untuk bisa menggeluti dunia yang seperti ini. Ini tidak termasuk dalam daftar mimpi-mimpi saya, ini tidak pernah masuk dalam daftar besar nanti mau jadi apa saya, tidak pernah sedikit pun terfikirkan bahwa suatu hari nanti saya akan mengajar di sebuah Taman Kanak-kanak. Tidak pernah! Awalnya mungkin hanya ingin mengisi waktu luang saya di pagi hari sebelum sibuk dengan aktifitas perkuliahan. Ya, memilih menjadi guru TK ini sungguh sebuah kebetulan.
Ketika bertemu dengan mereka yang umurnya tidak lebih dari 5 tahun, membuat saya berkata ‘ha?’ ‘hmmm’ dan sebagainya. Saya akui, mereka lucu-lucu, mereka pintar-pintar, mereka atraktif, mereka senang sekali berceloteh, mereka selalu ingin diperhatikan, mereka manja, aaahh mereka….. ya mereka masih anak-anak. Suatu ketika, salah seorang dari mereka ditinggal oleh ibunya, dan berteriak lah dya sekuat tenaga, menangis tiada henti, padahal dia termasuk anak yang kalo boleh saya sebut “preman” tapi dia menangis ketika ditinggal oleh ibunya untuk sekolah. Dan taukah apa yang ada difikiran saya ? “how can ? kenapa dia begitu pengecutnya ? padahal dia preman?”.
Itu baru satu, adapula yang supeeeerrrr joorrroookk dan kalau sudah makan berantakan disana sini, saya adalah orang yang tidak betah melihat suasana ruangan yang berantakan, saya pula yang harus membereskan bekas makanannya agar mejanya dapat dia gunakan kembali untuk belajar, dan ketika dia ingin bermanja, dia memeluk saya dengan bibir yang kotor bekas makanan, aaaarrrggghhh! Bajuu saya kotoor, sungguh tidak suka!
Belum lagi ketika mereka menangis, mereka ngambek, mereka yang dengan manjanya ketika saya suruh mereka untuk menulis dan berkata, “saya gak bisa bu” padahal hal itu sama sekali belum dicoba, dia sudah mengatakan “tidak bisa”, saya pegangi tangannya untuk menulis mengikuti pola huruf/ angka yang sudah ada, dan ketika saya lepaskan tangan saya dari tangannya, tau apa yg dibuatnya ? sebuah coret-coretan. Ketika ditanya “kenapa kamu malah membuat coretan bukannya menulis seperti yang ibu guru suruh ?” dan dya dengan manjanya menjawab, “saya gak bisa bu guru”, dan kembali lagi saya harus memegang tangannya agar dia mau menulis. Hhhhaaassshh, aku seperti seorang pengasuh saja, terkadang ada kekesalan dan ingin sekali berteriak pada mereka, “Heii! Kerjakan kalo kamu mau pintarr!”, tapi mereka masih anak-anak, usia mereka tidak lebih dari 5 tahun.
                Dan tidak pernah terfikirkan bahwa saya akan mengajar seorang anak yang hiperaktif, autis, cengeng, ambekkan, sensitive, dan macam-macam lagi bentuk mereka. Tapi itulah mereka. Mereka sungguh sangat apa adanya. Mereka berasal dari keluarga dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, lingkungan yang berbeda, tapi saya ikut andil dalam membentuk karakter mereka. Mereka yang cengeng harus bisa saya ubah menjadi seorang yang mandiri, mereka yang hiperaktif harus bisa saya taklukkan agar mereka mau sedikit lebih pendiam, yang suka berceloteh harus bisa saya buat bagaimana caranya mereka bicara pada tempatnya, mereka yang autis  bagaimana caranya saya buat agar emosinya dapat terkontrol dengan baik, agar mereka mau patuh pada orang tua, agar mereka mau rajin kesekolah, agar mereka mau rajin belajar, dan berfikir kreatif. Saya memikirkan semua itu membuat saya menangis, “Ya Allah, begitu berat tugas yang saya jalani. Bagaimana ketika saya tidak bisa memberikan contoh seperti apa yang saya katakana pada mereka. Bagaimana jika ilmu yang saya berikan malah tida berguna bagi mereka ?”.
                Saya harus mengajari mereka banyak hal, yang mungkin saya sendiri jarang melakukannya. Saya tidak pernah tau bahwa tugas seorang guru itu bisa seberat ini, serumit ini. Yang saya tau seorang guru itu adalah mereka yang pintar tentang ilmu yang mereka kuasai dan pintar bicara. Ternyata, saya salah besar!
                Ada rasa simpati yang sangat besar selama menjadi guru. Ya saya memang baru 3 bulan menjadi guru, ya hanya seorang guru TK. Ada rasa kehilangan yang sangat perih ketika kami sudah saling akrab, sudah saling bercerita, sudah saling berbagi, dan  diantara mereka harus keluar dari sekolah karena mereka tidak mempunyai cukup biaya, atau karena masalah diantara kedua orang tuanya dan mereka yang menjadi korban, pendidikan mereka jadi tergadai. Ingin sekali rasanya saya bilang pada orang tua mereka, “tolong biarkan saya mengajar mereka setidaknya sampai mereka bisa baca tulis, tolong biarkan mereka untuk tetap sekolah dan bermain bersama teman-temannya dan saya”, tapi apa yang saya bisa perbuat ? sekolah tetap lah sekolah, bangunan tua itu pun harus diperbaiki, ayunan yang karatan itu harus segera diganti, semua perbaikan itu butuh biaya, buku dan baju seragam yang diberikan tidak dengan gratis.
                Saya hanya bisa membesarkan hati saya, dan beralasan yang sama ketika yang tersisa bertanya diamana temannya yang lain. Dari 4 kini tersisa 2, berhara 2 yang pergi itu bisa kembali bersekolah walau tidak disekolah yang sama. Saya tau mereka anak-anak yang pintar. Semoga saya bisa bertemu kembali dengan mereka. I miss you my student Dinda and Ayu, big hug and love from we Bu Guru, Genio, and Farah J.