Sabtu, 27 Oktober 2012

nonsense

aku tidak suka ini aku tidak suka begitu aku tidak mau ini seharusnya begitu dan masih banyak lagi bla bla blaaa..
terlalu banyak mengkritik, terlalu banyak menuntut ini itu, terlalu banyak kehendak, sedikit-sedikit ngambek, ngambek kok sedikit-sedikit ?, sedikit-sedikit mengatur, ngaturnya kok sedikit-sedikit ?
itu aku !
tidak suka ? 
urusan mu, bukan aku !
aku harus memperbaiki diri ? sudah kah dirimu baik ? 
apa ? karena kamu tidak seperti aku ? tidak pernah melakukan apa yang aku lakukan ? 
apa kamu sudah melakukan yang benar ? itu menurut mu, menurut Tuhan mu ?
hei ! kita diciptakan berbeda-beda!
lalu salah aku dengan aku yang seperti ini ?
kenapa ilfil ? 
kamu fikir dirimu bagus ? kamu fikir kamu sempurna ? 
fikirkan lah lagi kata-katamu itu sebelum berbicara !
apa ? aku susah dikasih tau ? apa aku bawel ? 
sudah ku bilang ini aku ! 
aku tidak pernah memaksamu untuk menyukai ku !

fikirkanlah baik-baik jika aku memang baik untuk mu !

Rabu, 24 Oktober 2012

MANUSIAWI

wuuuussssaaaaahhhh...
sepertinya sudah lama sekali tidak posting blablabla di blog tercinta iniiii.. seperti biasa.. alasannya adalah sibuk.. semester ini (3) jadwal nya padat merayap boookk.. untung gak maceett *berasajalanan :D dan ditambah lagi dengan adanya usaha pembuatan bross-bross lucu nan cantik.. ya nanti atau setelah ini akan saya ceritakan..

ya seperti judul yang tertera.. "manusiawi"
mmmm... manusiawii.. ma nu si a wii.. agak susah sih apa maknanya, tapi biasanya kata-kata ini menunjukkan suatu sifat dan sikap yang biasa/sering/lumrah pada manusia, kalo pada hewan namanya hewani.. heeuuu -__-"

terkadang sifat dan sikap yang kita anggap biasa-biasa ini menjadi awal kebobrokan kita sebagai manusia. kenapa ??? hmmm gini.. kita sepertinya sering mendengar kata-kata seperti ini, "biasa aja siih manusiawi kok", dari kata "biasa aja siih" merupakan suatu hal sepele yang dianggap lumrah, padahal tanpa kita sadari hal sepele tersebut dapat menjadi suatu kebiasaan yang tidak baik. menyepelekan sesuatu tersebut merupakan awal kebobrokan kita sebagai manusia. sampai disini faham maksud saya ? maaf saya bukan org yang pandai memberikan penjelasan *keingetpresentasipatof -__-"

kenapa saya bilang menyepelekan itu menjadi awal suatu kebobrokan bagi kita ?
karena kita akan terbiasa tidak mengindahkan hal-hal kecil padahal itu penting, contohnya, ya tidak usah jauh-jauh hal ini terjadi pada saya, ketika diberi tugas kuliah tanggal 1, tugas tersebut harus dikumpulkan pada tanggal 7, karena merasa tugas tersebut masih lama dikumpulkannya, maka dari tanggal 2-5 saya leha-leha, bukan melupakan tugas tapi lebih kepada berfikir tidak smart "aaahh masih tanggal 5 ini kok, kan dikumpulinnya masih tanggal 7, nanti aja tanggal 6 dikerjainnya", dan ketika tanggal 6 itu tiba, mulai grasak grusuk mencari literatur, cari-cari jurnal ilmiah, searching mbah google, belum lagi di resume, belum lagi dibuat pptnya.. alhasil tidur kemalaman, bangun kesiangan, kuliah telat. yak! selamat, dengan melakukan hal seperti itu saya tidak hanya membobrokkan diri saya, tapi kesehatan dan pendidikan saya juga. 

begitu pula dengan ketika kita berbuat salah.. kembali lagi tidak usah jauh-jauh hal ini pun terjadi pada saya.. ketika melakukan suatu kesalahan, dan yaaa seperti biasa dan pada umumnya wanita-wanita, segala sesuatu mesti di curhatin ke temen.. ketika menceritakan kesalahan tersebut dan mereka menanggapinya dengan berkata,"gpp kalii hal kayak gitu mah manusiawi yyuukk", dan tahukah apa yg ada dalam fikiran saya ketika mereka berkata begitu ? ooohh artinya ketika saya melakukan hal tersebut masih dapat dimaafkan, dan ketika saya mengulanginya lagi pun tidak masalah, kan manusiawi, bearti siapa pun pernah melakukannya, dan bukan suatu kesalahan yang jelek. yak ! kesalahan manusiawi tersebut telah meracuni pola berfikir yang akhirnya kesalahan apa pun menjadi sebuah hal yang wajar.

jadi, manusiawi itu adalah mewajarkan suatu hal, baik itu benar atau buruk sekalipun, dan itu salah! (menurut pandangan saya). bagaimana menurut pandangan kalian ?

*tulisan ini seperti tidak selesai.. maaf*
Ada kesalahan di dalam gadget ini